🦝 Pengalaman Jalan Jalan Ke India
PengalamanJalan Jalan Di Padang Besar. Salam Ladiess ♥. Lepas majlis kenduri cousin kiteorang terus ajak pengantin baru bawakan pegi padang besar, excited kemain lagi tau kiteorang nak pegi padang besar, disebabkan first time nak pegi dah set dalam otak nak borong barang banyak-banyak. sebab semua orang kata barang kat sana murah gile
Berdasarkanpengalaman gue ke Beijing dan Shanghai di musim Semi di akhir Maret, suhu rata-rata di Beijing kisaran 10° untuk siang hari dan 2° untuk malam hari sedangkan suhu rata-rata di Shanghai kisaran 20° untuk siang hari dan 7° untuk malam hari. Tiket Online Naik ke Oriental Pearl Tower, Sensasi jalan di atas KACA TRANSPARAN! KLIK
RuteKlasik Jalan-Jalan ke Australia untuk Keluarga. By Unknown - June 30, 2011. Kota-kota di Australia. Gambar dari www.australia.com. Mungkin sudah banyak yang berniat liburan ke Australia, tapi bingung mau mulai dari mana. Australia memang negara yang besar dan luas, menawarkan berbagai macam atraksi wisata: kota, sejarah, seni budaya, alam
Bepergianbersama mereka, membuatku berasa paling mujur. Berbagai percakapan dari hal yang remeh temeh selalu saja berhasil menghibur.Penerbangan menuju Kolkata lumayan lama. Aku dan Andra benar-benar tak sabar ingin berada di India sama-sama. India menyimpan penuh sejuta tanya.
Sewaktukemarin ke India, yang saya pakai saat #Jalan2Jenius cukup banyak sebetulnya. Saya sendiri memakai 3 fitur selama traveling ke India: Pertama, saya menggunakan Kartu Debit khusus jalan-jalan. Jadi dananya saya masukkan ke kartu warna merah dan cadangan di kartu warna kuning. Nah kartu ini bisa dipakai dimana saja yang berlogo Visa.
Begitulahsekelumit pengalaman travelling ke India. Banyak lagi pengalaman yg tak terlupakan, selain bertemu dg driver sekaligus guide yg alhamdulillah seorang muslim, dipasangkan dengan traveller lain yg anaknya tinggal di Aussie dimana sy dulu pernah belajar, berbincang dg pedagang kain yg begitu tau sy muslim dr indonesia langsung menanyakan apakah sy sdh berhaji atau belum (sewaktu berangkat haji sy selalu terharu bila mengingat perbincangan kami) dll.
Rabu 20 Juli 2022 13:45 WIB. TEMPO.CO, Jakarta - Berpetualang mencari pengalaman baru adalah sesuatu yang menyenangkan, termasuk aktivitas jalan-jalan ke luar rumah alias out door. Menurut penelitian melakukan hal-hal tersebut dapat memicu pelepasan dopamin itulah mengapa jalan-jalan terasa sangat menyenangkan.
Garagara ini, banyak traveller langsung mundur dan mengurungkan niat mereka untuk mengunjungi India. Mengutip buku Rp 3 Jutaan Keliling India dalam 8 Hari, Rini Raharjanti, sang penulis, mengisahkan perjalanannya selama delapan hari ke berbagai kota di India dengan bujet minim. Dalam buku ini, ada beberapa kota di India yang disinggahi, mulai dari Kolkata, Varanasi, New Delhi, Pushkar, dan Jaipur.
Jujur ini pengalaman pertama saya ke luar negeri dan SENDIRI! dan saya tidak akan berani melakukannya jika saya tidak punya kenalan yang saya sangat percaya di sana. Oke, jadi saya punya kesempatan ke India saat musim panas yang ternyata sangat tidak cocok dengan saya.
nVQm. Jangan lupa follow channel Telegram TRPbm untuk updates terkini, relevan dan menarik! Selepas beberapa negara seluruh dunia membuka pintu sempadan mereka, ramai yang mengambil peluang untuk kembali melancong selepas dua tahun terkurung’ di dalam negara masing-masing. Antara negara yang telah membuka pintu sempadan mereka adalah seperti Korea, Thailand, United Kingdom dan banyak lagi. Bercakap tentang pergi bercuti, perkara pertama yang perlu diambil kira adalah tentang bajet dan lokasi menarik yang ingin dituju. BACA JUGA Lelaki Ini Kongsi Itinerari Trip Bajet Ke Turki. RM3,600 Je Seorang! Jom ke India! Bila pergi bercuti, lokasi yang sering menjadi tumpuan mesti negara-negara Eropah yang sejuk. Apa kata kita ke negara sekitar pula seperti India? Teringin juga nak tahu ada apa di sana. Sumber Xianhua Baru-baru ini seorang pengguna Twitter Jak yang merupakan warga Indonesia telah berkongsi pengalamannya ke beberapa negeri di India seperti Delhi, Agra, Jaipur dan Udaipur dengan menaiki kereta api. Jom baca perkongsiannya di bawah Sebelum tiba di India. Bila kita nak tinggal di negara asing dalam beberapa tempoh, beberapa persediaan seperti tempat penginapan, kemudahan berkomunikasi serta pengangkutan perlu diteliti terlebih dahulu untuk memudahkan urusan. Kad sim untuk telefon Untuk pengembara ke India, ada dua jenis yang boleh digunakan sama ada menggunakan kad sim India seperti Airtel atau chip roaming Felxiroam yang berbentuk pelekat dan hanya ditampal di belakang kad sim telefon anda. Penerbangan Lelaki ini memilih untuk menaiki syarikat penerbangan Thai Airways untuk ke India dari Indonesia. Sudah pastinya perlu transit di Thailand apabila menaiki penerbangan dari negara tersebut. Antara pengalaman pahit yang dikongsikan adalah apabila minyak wanginya yang baru dibeli dibuang ke dalam tong sampah oleh pihak penerbangan di Thailand ketika transit. Keesokan harinya, penerbangan ke Delhi tiba pada jam pagi. Zon waktu di India adalah UTC+ Kalau anda lihat lapangan terbang di India, boleh tahan cantik juga. Sumber Twitter Tiba di India. Selepas tiba di lapangan terbang, masa untuk mencari stesen kereta api bagi memulakan pengembaraan di India. Menurut lelaki itu, cuaca di sana agak panas iaitu 37 darjah celcius tetapi bahangnya seperti 42 darjah celcius. Tidak peliklah banyak berita tentang gelombang haba di India. Disebabkan tiada kereta persendirian, lelaki ini banyak menggunakan perkhidmatan e-hailing seperti Uber dan Ola. Nak naik beca elektrik pun ada ya. Tapi kalau anda nak sewa kereta pun tiada masalah. Beca elektrik. Sumber Twitter Pengembaraan sekitar India bermula. Lelaki ini mengambil kereta api dari Delhi dan tiba ke bandar Agra tiga jam kemudiannya. Suasana di dalam kereta api ini agak sempit dan dipenuhi dengan katil tiga tingkat di kiri dan kanan. Bayangkan cuaca agak bahang, pendingin hawa pun tiada. Memang masak oi! Sumber passportandpixes Setibanya di Agra, lelaki berkenaan menaiki teksi ke tempat penginapan untuk berehat. Antara lokasi yang dituju oleh pengembara ini ketika India adalah seperi berikut Agra – Taj MahalJaipur – Amber Fort, Jal Mahal, Hawa Mahal, Pink City dan Panchvati CircleUdaipur – Monsoon Palace dan City PalaceDelhi – Jama Masjid, Connaught Place Banyak sebenarnya budaya dan warisan masyarakat India yang kita boleh belajar bila berada di negara tersebut. Menarik juga kalau dapat pelajari dengan lebih mendalam. Kalau anda nak tahu perjalanan penuh 11 hari lelaki ini ketika di India, boleh klik [DI SINI] untuk membaca perkongsian penuh. Solo Traveling ke Negeri Bollywood, India 🇮🇳Negara yang biasanya diledekin karena street foodnya, ternyata masih banyak makanan yang enak dan bersih.A thread Jak zqhr June 8, 2022 Kongsi cerita menarik dan terkini bersama kami di media sosial TRPbm Facebook, Twitter, dan Instagram.
Pengalaman warganet jalan-jalan traveling ke India selama 10 hari cuma habis 5 jeti. Mungkin terdengar absurd dan gak mungkin bin seolah tak percaya dengan bajet 5 juta bisa jalan-jalan di India selama 10 hari. Warganet Windriyanti Hawadis membagikan pengalamannya di grup facebook Backpacker International pada tanggal 8 Agustus 2018. Mulai dari tips berburu tiket murah, hotel backpaker serta hal-hal lain yang bisa bikin hemat selama di Tanah Hindustan tersebut. Monggo disimak mantemans … Unexpected India, 10 hari dengan budget 5 Juta ALL IN !!!! Hai teman-teman BI, mau sharing backpackeran ke India awal Juli kemarin nih. Berbekal sisa uang gajian yang udah bener-bener tanggung bulan banget eh ada promo penerbangan Jakarta-Jaipur PP cuma juta. Ya apaboleh buat, sisa uang tanggung bulan ludes begitu aja demi explore negara yang unexpected ini… INDIA~ Bermula dari bulan April, ada penerbangan yang ngasih promo gak tanggung-tanggung murahnya dan mendapatkan tiket PP Jakarta-Jaipur PP cuma Juta rupiah dan saya pun memilih terbang di awal Juli. sebenernya udah nungguin promo dari bulan Januari karena mau dateng ke India pas hari Holy bulan April tapi ya apaboleh buat, dewi fortune datang dibulan Juli. Oiya saya juga sudah pesan tiket dan lagi-lagi dapet tiket murah penerbangan dari New Delhi-Mumbai-Mumbai-Jaipur dengan total 850an. Saya pergi berdua dengan teman saya dan kita cukup puas karena menclok dibeberapa kota di India. 10 hari kita bisa ke Jaipur-Agra-New Delhi-Mumbai-Jaipur. Wow sangat menclok-menclok ya. Masih mupeng buat cuss ke Leh Laddakh, tapi karna jatah cuti pun terbatas cukup itu dulu aja explorenya. Kaya gimana perjalanan kita selama sepuluh hari dengan total uang 5 juta ALL IN ? ini dia itinerarynya 03 Juli 2018 Nah, sebelum berangkat pastikan Visa jangan lupa. Beruntung banget nih bisa pergi di bulan Juli ini, kenapa ? karena e-visa GRATISSSSSSSSSSSS!!!!! Seusai PM India, Narendra Modi berkunjung ke Indonesia dan melakukan beberapa kerja sama, visa ke India dibebas biayakan alias GRATISSSS!!! sambil menunggu 2022 dimana India bebas visa. GOOD! padahal sebelumnya saya cek harga visa ke India sekitar lumayan save money, rite~ sok atuh langsung aja yang mau pergi kesana bisa di klik link disamping TIPS VISA INDIA INI MUDAH KOQ APPLYNYA DAN TIDAK LAMA PROSESNYA, KEMARIN SAYA CUMA 3 HARI UDAH DAPET BALESAN EMAIL. TAPI KALO TAKUT DITOLAK-TOLAK BUAT 2 MINGGU SEBELUM BERANGKAT YA. 11 Juli 2018 0500 CGK menuju Malaysia Cus to Jaipur transit di Malaysia, lumayan lama euy transitnya jadi kita jalan-jalan sebentar di KL 1700 KUL to Jaipur Lumayan penerbangan 5 jam, tadi sudah diisi dulu perut selepas jalan-jalan di KL TIPS Buat yang naik penerbangan low budget coba deh sebelum terbang download film-film Favorite atau bawa buku buat killing time. ya yang doyan tidur, monggo 2230 YEAYYYYYY sampe Jaipur… nanggung kan udah malam, males juga nyari penginapan malam-malam. Btw, kita selalu dadakan nyari penginapan hahahaaa… dan berhubung sudah malam, lekaslah kita bobo cantik di Bandara alias nginep. 12 Juli 2018 0800 Cuss ke Agra nah kita emang gak langsung main di Jaipur, karna ujung-ujungnya kita balik lagi kesini jadi ubek-ubek Jaipurnya kita taro di hari terakhir. Selepas bangun dan mandi di Bandara, kita cus langsung ke stasiun kereta Jaipur untuk menuju Agra. Kita memilih naik kereta ekonomi sleeper class super fast dengan lama perjalanan 4-5 jam biar ngerasain sensasinya kaya di film-film India lama. Jam 1300 kita cuss. Wah beneran dong ini gerbong sleeper class gokil banget. Harga tiket kereta Jaipur-Agra, 180inr atau sekitar PALING ENGGAK HARUS SEKALI NGERASAIN NIKMATNYA NAIK KERETA INI, SEKALI AJA! Sekitar 1700 kita sampai deh di Agra, Tiba di stasiun Agra, kita istirahat sebentsr sambil booking hostel. Yuhu kita dapet hostel murah saja, dekat dengan Taj Mahal 1km dengan harga Private room Queen Size-Kamar mandi Dalam-AC dengan harga sekitar 900indr atau 200rb/malam dua orang. Kita booking dua hari. Urusan hotel beres, kita langsung cus ke penginapan menggunakan Tuk Tuk. Stasiun Agra to Hostel dengan biaya 75inr atau sekitar TIPS BERANI NAWAR TUKTUK!!! jangan mau dibohongin ya, kemarin itungannya 1 km 10inr ya… winkkkkkk angin masuk dari berbagai arah, ademmmm hahahaha. CEK DULU DI MAPS JARAKNYA. 13 Juli 2018 JUMATTTT!!!! lupaaa kalo Taj Mahal tiap jumat tutup. ASTAGAAAA… jangan panik, main aja ke Red fort dan Taj Mahal Backside. sekalian mau tau jalan-jalan sekitar di Agra, maki kami memutuskan main di Red Fort dan Taj Mahal Backside serta keliling Agra. Lagi-lagi kita menggunakan tuk tuk. Hostel-Redfort cuma 5Km 50-60inr atau sekitar Rp Nah sampe di Red Fort, wihhhhh disambut dengan Fort yang sangat megah ini gak sabar masuk. Nah ini dia, Tiket masuk setiap tempat wisata di India lumayan jauh perbandingannya antara Foreigner dan lokal. MAsuk redfort kena biaya 500inr atau sekitar untuk foreigner sementara 50inr atau sekitar WOW KAN hahahaha. selepas main di redfort kita cuss ke Taj Mahal Backside, tiket masuk 200inr atau sekitar TIPS Tajmahal backside ini terkenal sunsetnya, nah coba cari hari baik supaya dapet sunset yang ciamik. kemarin saya belum beruntung hehehe. 14 Juli 2018 0800 YEAY!!! FINALLY TAJ MAHAL…. Assalammualaikum, Masya Allah bagus amat ya ini 7 wonders yang kemarin-kemarin cuma saya liat di buku RPUL ahahahaa… decak kagum bengong dan gak tau mau ngomong apa. kalian liat aja sendiri ya kalo main kesana nanti. tiket masuk masuk foreigner 1000inr atau sekitar 1200 CUSSSS KE NEW DELHI lagi-lagi kita naik kereta sleeper class untuk menuju New Delhi. MAsih harga yang sama 180inr atau sekitar lah, lama perjalanan masih 5-6 jam 1800 Sampai di delhi Wihhhh rada berbeda dari Agra ya, lebih rameeeeee gilaaaaaaa…. lagi dan lagi sejenak di stasiun dan searching hostel. nah kali ini harga hostel di New Delhi lebih mahal, ya namanya juga Ibu Kota ya, yaudahlah ya. Hostel 600inr atau sekitar dua malam DORMITORY MIX 4. 15 Juli 2018 CUSS Mumbai Gak begitu explore banyak new delhi, kita cuss ke Mumbai dengan pesawat penerbangan malam jam 2200. penerbangannya cuma 2 jam dan karna lagi dan lagi sampai di Mumbai malam,maka bermalam lah kita di Bandara. HAHAHA 17 Juli 2018 1000 selepas kita booking hotel, kita langsung cuss ke Hostel. sepanjang perjalanan cuma berfikir kenapa ini sama kaya Jakarta ya pemandangannya. Welcome to Metropolitan City! hahahaa persis kaya di Jakarta. Nah kali ini kita mencoba naik TAXI nya di INDIA yang kaya di film-film itu loh warna kuning hitam. lucu deh. ada dua pilihan ada AC dan Non AC. kita mah pilih non AC lah. Bandara to Hostel by Taxi 360inr atau sekitar Hostel kita dipinggir kota Mumbai, untuk ke pusat kota kita naik commuter linenya India. murah cuma inr30 atau sekitar sekali jalan. Selepas makan kita istirahat di hostel sebentar, kita langsung cuss main ke pusat kota Mumbai sekalian main di Gateaway of India, Taj Mahal Palace serta menengok bangunan-bangunan peninggalan eropa yang cantiknya bukan main. Nah jangan lupa nyobain street foodnya India ya, murahhh murahhh semurah-murahnya. HAHAHAHA 18 Juli 2018 Lagi-lagi nginep di Bandara…. pesawat kita baru jam 05 pagi besoknya… selamat malam 19 Juli 2018 0900 YEAYYYY DI JAIPUR LAGI Yuk kita explore Jaipur… langsung menuju hostel, kita mencoba naik uber disini. ternyata gak mahal juga cuma sekitar 180inr sekitar menuju hostel. WIHHH HOSTEL KITA KALI INI DI JAIPUR sangat amat tentram dan damai ditambah murah bukan main. Kita dapet private room+AC tapi kamar mandi sharing cuma dengan harga malam/dua orang. karna kita cukup capek, hari ini gak kemana-mana dulu istirahat total hahahaa.. 20-21 Juli 2018 HAWA MAHAL THE PALACE Amber Fort Jal Mahal PAsar cari Oleh-oleh lupa euy namanya NOTED BUAT KALIAN KAUM HAWA~ ini sih sharing aja ya, karna sepengalaman saya dan sotoynya pikiran saya , pikiran laki-laki disini masih rada kolot. jadi buat kalian kaum hawa yang nanti mau jalan-jalan kesini jangan mau asal di colek atau dipegang-pegang sama laki-laki sini. kalo mereka nyolek-nyolek kita harus bilang secara lantang “dont touch me” biar mereka lebih menghormati kita. Banyak laki-laki disni atau orang lokal disini yang mengajak foto bareng itu kebebasan kita mau atau tidaknya. tapi inget kalo dicolek dan ngerasa gak nyaman tinggal teriak “DONT TOUCH ME”. selepas itu mereka lebih respect ke kita. TRUST ME, IT WORKS! hehehehe. BUT, INDIA AMAN KOQ BUAT TURIS 🙂 Begitulah cerita kita di India. lumayan dapet cuti sejenak dan ubek-ubek beberapa kota di India. Tapi saya masih ngerasa kurang untuk ubek-ubek India. bahkan berniat kembali lagi nanti. Maav ya kalo ceritanya lebay hahahaa.. segitu dulu sharing-sharingnya… Thank You . . *Kira-kira Rincian Biaya ada di Gambar* Biindia Biagra Bijaipur BIMUMBAI BINEWDELHI — di India. *** Hingga tulisan ini diketik postingan diatas sudah ditanggapi lebih dari 1k dari warganet. Beberapa warganet yang sudah pernah ke India juga memberikan testimoninya. “Kangen India, tiga kali kesana mentok kebanyakan di Delhi dan Mussorrie urusan keluarga mudahan bisa eksplor lebih dalam suatu saat. India memang menarik.” tutur Maria Seda. Fabianzo Jonas juga mengamini cerita diatas. “India memank tdk pernah hbis ceritanya. Saya tetap suka meski orang bilang juara joroknya hahaha. Will be back soon ” tegasnya. sumber fb Backpaker Internasional Maturnuwun baca juga
Saya sering dapat pertanyaan tentang jalan-jalan ke India, solo traveling ke India, female traveler ke India, padahal saya juga baru tiga kali ke India dan baru mengunjungi sedikit kota dari 29 negara bagian di yang menganggap saya go-to person untuk ditanya soal India. Menanggapinya, ya saya bisa apa selain kibas rambut sambil menggeliat mengelilingi pohon sering ditanyakan hal yang sama, jadi saya kepikiran untuk kumpulkan saja pertanyaan dan jawaban tentang jalan-jalan ke India, khususnya untuk pejalan ini membantu Teman-teman dan yang bukan teman saya nggak diskriminatif untuk meyakinkan diri jalan-jalan ke India. Hehehe. Aman nggak sih perempuan ke India? Saya nggak bisa jawab langsung YA atau TIDAK, nggak bisa garansi. Tapi yang pasti, saya meyakini di setiap negara itu ada orang jahatnya dan ada orang baiknya. Nah, karena saya juga percaya karma, maka orang seperti apa yang akan kita temui dalam hidup ini TSAH! adalah juga tergantung karma kita. << Macam berat ya pembahasan ini. Wkwkwk Puji Tuhan, tiga kali saya ke India, tiga kali juga saya pulang tanpa kurang suatu apa. Alhamdulillah. Susah ya jalan sebagai perempuan di India? Diliatin ya? Digodain ya? Itu ada yang sampai diperkosa! Susah Enggak. Agak lebih menantang dibanding jalan ke negara lain? Iya. Terlebih kalau perempuan sendirian dan secara fisik terlihat sekali berbeda dengan orang sana. Ketahuan turis banget gitu. Saya beruntung wajah saya agak bunglon. Kadang kelihatan kayak Sunda, kadang India, kadang Filipina, kadang Jawa, kadang Cindo, kadang kayak BCL Yhaaa.. Ngarep. Dari pertama saya ke India, beberapa orang sudah bilang saya mirip orang India timur kayak dari Darjeeling gitu. Pas saya googling wajah orang Darjeeling, lha ternyata kebanyakan terlihat seperti Chinese Mongolian. Hihihi. PS Saya selalu dikira Chinese pas di Maroko. Dan saya juga disangka lokal pas di Cina. Lucu ya. Padahal kalau dari standar Cindo atau orang Indonesia pada umumnya, saya nggak kelihatan Chinese sama sekali. Hihihi. Jadi kalau dari fisik, saya sesungguhnya nggak terlalu signifikan bedanya sama orang sana. Beberapa kali saya mau masuk museum pun saya ditagih harga tiket masuk lokal. Baru pas saya bilang, “No, no.. I’m foreigner.” mereka trus bengong sebentar lalu menagih harga tiket masuk khusus orang asing. Hihi. Orang India itu suka ngeliatin memang, khususnya ke perempuan. Yang lebih kurang nyamannya, cara mereka ngeliatin itu menatap, bukan cuma melihat sekilas. Saya pribadi kalau diliatin doang si nggak apa. Kalau saya sudah mulai merasa terganggu, biasanya saya tatap balik orangnya. Hahaha. Ntar lama-lama orangnya nunduk. Malu mungkin. Malu-malu mau. HALAH! Digodain? YAELAH DI JAKARTA AJA SAYA JALAN KAKI PAS HUJAN-HUJAN PADAHAL PAKAI JAS HUJAN DAN PAKAIAN TERTUTUP JUGA DIGODAIN!! Is it okay? No. Not okay. I was just giving a reality check, bahwa di negara saya juga saya menerima street harrasment serupa. Jadi seharusnya kalau sudah paham sama godaan tak berfaedah di Jakarta atau beberapa kota lain di Indonesia ya akan selow dapat godaan pas di India. Cuekin aja. Prinsip saya, selama saya nggak disentuh, saya bohwat. Lewatin saja. Mesti pakai pakaian kayak gimana sih biar aman? Usahakan pakai pakaian yang tertutup, nggak ketat, dan berbahan nyaman. Jangan lupa juga bersepatu. Kalau bisa, pakai sepatunya yang gampang dibuka, jangan yang bertali banyak. Bayangkan saja pakaian untuk masuk ke kuil/masjid/gereja gitu. Kenapa bayanginnya masuk ke tempat-tempat ibadah ini? Karena ya memang banyak tempat ibadah di sana. Hahaha. Dan memakai baju yang diterima di tempat-tempat ibadah ini memudahkan perjalanan; jadi nggak mesti ganti baju atau pakai syal/kain tambahan yang disiapkan tempat ibadah tersebut. Syal atau kain penutup yang dipinjamkan tempat ibadah tersebut kemungkinan sudah dipakai ribuan pengunjung dan hanya Tuhan yang tahu kapan itu syal dan kain terakhir dicuci loh. Hihihi. Ada beberapa pejalan yang senang pakai baju nasional dan baju daerah kayak saree atau anarkali saat jalan-jalan di India. Gpp juga, tapi perlu dipertimbangkan, untuk yang berwajah tidak India dan berkulit beda jauh sama orang India, siap-siap aja jadi bulan-bulanan diminta foto bersama. Orang sana sering maksa pas minta foto bareng ya? Enggak sih, nggak maksa. Pengalaman saya, ya mereka minta saja gitu. Sama kayak beberapa orang Indonesia yang suka minta foto bareng bule di Monumen Bom Bali Legian lah. Hehehe. Kalau bersedia, ya tinggal foto bareng. Kalau nggak bersedia, saya biasanya bilang terus terang, “I’m sorry, I’m in a hurry.” trus jalan aja. Itu jujur ya karena saya jarang nolak foto bareng kalau orangnya minta dengan baik, jadi memang kalau pas nolak, itu karena saya memang lagi buru-buru. Kadang, ada juga yang malu atau nggak mau bilang minta foto bareng. Tahu-tahu dia pakai tongsis dan berdiri di depan saya. Pas saya nengok ke layar HPnya, lah ada saya di belakangnya masuk ke layar juga. ISH. Awalnya nggak sadar ada tipe yang mau foto bareng dengan cara begini, lama-lama bukannya oke, saya malah kesal. APA COBA DIFOTO CANDID GITU? Kalau saya lagi ngupil gimana? Kan membawa nama kurang elok bagi negara saya! Seorang turis dari Indonesia tertangkap tangan sedang mengupil di Nahargarh Fort, sebuah benteng bersejarah di Jaipur, India. Berikut bukti fotonya. JENG JENG! Jadi kalau ada yang sok-sokan mau selfie trus saya ngintip ada saya di belakangnya masuk layar; antara dua, antara saya trus senyum ke kamera atau malah kabur. Seringnya saya lakukan yang kedua. Abis, nggak sopan sih! Jangan mau kalau diminta foto bareng! Nanti dipegang-pegang!! Kampung banget orang sana minta foto bareng. Hahaha Pernah ada yang bilang begini ke saya. Nadanya menggurui banget. Pas saya tanya apa dia sudah pernah ke India, dia bilang belum. I rest my case. Foto bareng itu kampung? Bok! Jangan sedih.. Macam di Indonesia orang-orangnya nggak pada suka minta foto bareng bule saja. Kampung enggaknya itu tergantung masing-masing orang ya, tapi faktanya, bahkan di negara kita sendiri, ada yang suka minta foto bareng bule. Hihihi. So, is it okay to say yes and take a pic with them? YES! Saya punya beberapa tips kalau dimintai foto bareng 1— Kalau diminta oleh banyak orang, katakan mau fotonya bareng dalam satu waktu saja. Jadi nggak satu-satu gitu. Selain lebih aman, foto bareng begini juga tidak menghabiskan waktu. Bayangkan kalau ada delapan orang minta foto bareng dan harus satu-satu ya bagaimanaaa? Lamo lah ikoooo.. 2— Usahakan tidak berada di tengah saat foto bareng dengan banyak orang apalagi dengan lawan jenis. Saya seringnya minta saya yang motret dan memegang HP atau kamera yang akan dipakai lalu saya bariskan mereka di belakang dan saya maju 1-2 langkah ke depan dan wefie deh. Hehehe. Jadi kan foto bareng tu, tapi badan saya tidak kena mereka, meminimalisir kemungkinan bersentuhan lah. Kata Mama nggak boleh bersentuhan dengan yang bukan muhrim. Cailah! Atau kalau mau bersebelahan, dibentuk ala foto band saja, jadi ada senjang antar masing-masing orang gitu. Hihihi. 3— Berposelah yang lurus-lurus saja. Tangan ke bawah, paling kepala saja yang agak miring hihihi. Nggak usah pakai merangkul untuk terlihat ramah gitu. Bukan budaya sana juga rangkulan di foto antara perempuan dan laki-laki. 4— Be honest. Kalau sedang tidak bisa melayani permintaan foto bareng duileh ni kalimat bikin saya merasa macam Raisa saja..hihi ya bilang saja jujur tidak bisa. Kalau tidak mau, bilang tidak mau. Tentu dengan tegas dan tetap sopan. 5— Jangan berpenampilan menonjol kalau tidak mau diminta foto bareng. Saya pernah membaca curhatan’ seorang pejalan di sebuah forum jalan-jalan di Facebook yang bilang dia terganggu banget karena sering dimintain foto bareng pas di India. Saya klik lah foto-foto perjalanannya, lalu saya ngekek. Lhaaaaa dia ke Taj Mahal pakai saree, ke Red Fort pakai saree, wajahnya nggak ada India-Indianya acan, ya gimana orang nggak getol minta foto bareng dia cobaaaa.. Yang nggak sehat siapa? 😀 Ada language barrier nggak di sana? pertanyaan dari Mei GeretKoper Ada sedikit tapi tidak terlalu terasa. Hampir semua orang bisa bahasa Inggris dan bahasa Inggris mereka cukup mudah dimengerti. Transportasi umum susah nggak di sana? Enggak juga. Di Delhi, pada perjalanan kedua, saya baru mencoba naik metro dan ternyata Delhi Metro itu sungguh sangat menyenangkan dan reliable untuk digunakan. Harganya sangat terjangkau dan jaringannya mencapai banyak tempat wisata. Ada Woman Only Coach di gerbong paling depan pula. Yang agak menyebalkan dari Delhi Metro hanya satu scanning di setiap pintu masuk! Hahaha. Scanning badannya dipisah antara laki-laki dan perempuan tapi scanning barangnya jadi satu. Itu kalau lagi bawa barang belanjaan banyak ribet banget deh. Hihihi. Selain dengan metro, auto rickshaw disingkat jadi auto/oto atau yang kita sebut bajay itu tersedia di hampir setiap pengkolan. Atau cara lain kalau nggak mau menyetop auto di jalan dan menawar adalah dengan mengunduh aplikasi Ola. Di aplikasi Ola ini, kita bisa pesan auto sama seperti kita memesan Gojek. Lucunya, saat kita sudah bertemu supir autonya, kita harus memasukkan kode pairing’ gitu di aplikasi HP kita. Si Abangnya juga akan pairing’ dengan kode yang sama di HPnya. Hahaha. Biar nggak salah orang kali ya. Harga di Ola ini sudah tertera kayak harga di aplikasi Gojek, sampai di tujuan tinggal kasih uangnya saja deh. Kalau nggak pakai Ola, harus tawar menawar harga. Menawar harga itu wajib, tapi jangan kasar dan sadis banget nawarnya ya. Eh tapi terserah sih, saya emang suka nggak enak hati kalau menawar sadis, suka kepikiran pas naik, apakah saya sudah menzalimi Abangnya? Hihihi. Uber juga tersedia di banyak kota besar di India. Uber di India kebanyakan nggak pakai mobil pribadi tapi kayak taksi khusus gitu. Badan mobilnya putih dengan garis hijau melintang horizontal di bawah jendelanya. Bayar Uber pakai kartu kredit Indonesia saat di India pun bisa dilakukan. Supirnya nggak semua bisa berbahasa Inggris jadi kalau mau stop over agak ribet ngasihtahunya. Tapi bisa dilakukan, hanya harus sabar. Hihihi. Harga makanan di sana bagaimana? Dari murah sampai mahal ada! Saya suka sekali makan street food di India. Pani Puri tu favorit saya. Kalau liat Mamang Pani Puri di pinggir jalan bawaannya laper mendadak, padahal baru makan satu jam sebelumnya. Hihihi. Selalu ada tempat lah untuk Pani Puri. Sekali makan bisa sampai 15 astagfirullah. Makan di restoran harganya sedikit lebih mahal tapi masih terjangkau. Mau makanan yang lebih mahal dan tingkat atas, bisa ke restoran fine dining atau ke hotel bintang empat atau lima. Karena kalau bintang tujuh, nanti pusing dooong. *yah…joke lawas* Makanan di sana jorok-jorok ya? Nggak bersih ya? Bikin sakit perut nggak? Guys, may I remind you WE’RE INDONESIAN!! Hihihi. Macam makanan di Indonesia sudah yang paling bersih saja deh. Makanan jalanan di Indonesia juga campur debu, sinar matahari, plastik, tinta printer, juga kadang tinta koran. Wkwkwkwk. Kedai pinggir jalan di Indonesia juga banyak yang sebelahan sama kandang ayam atau toilet. Saus di makanan pinggir jalan di Indonesia juga banyak yang pakai saus ala-ala yang terbuat dari cabe dan tomat busuk. Pada dasarnya, sama seperti di Indonesia, believe your gut when you want to eat outside. Be it street food or not. Puji Tuhan saya nggak pernah sakit perut, nggak pernah kena Delhi Belly. Tapi bahkan untuk Pani Puri pun, saya lihat banget penjualnya karena Pani Puri tu dibuat pakai tangan. Jempol Mamangnya harus mecah kerupuknya untuk kemudian memasukkan tumbukan kentang, abis itu kerupuknya dicelup ke saus asam pakai tangan juga tentu, nah kalau sekiranya Mamangnya bukan tipe yang bersihan, saya ya nggak beli. Hehehe. Kalau makan di restoran apalagi fine dining sudah pasti bersih lah ya.. KATA SIAPAAAA?? Bossnya teman saya, hanya mau makan di hotel dan restoran kelas atas di Delhi, pas di hari ketiga di India sakit perut parah sampai nggak bisa pergi-pergi. Hehehe. Atau teman satu hostel saya yang koar-koar dia cuma akan makan dari restoran atau mie instan demi menghindari sakit perut ya akhirannya malah sakit perut. 🙁 Jadi kembali lagi, soal makan, believe your gut, and put a positive suggestion to your body. Kan masing-masing tahu kadar dan jenis makanan yang bisa diberikan ke tubuh. Kalau sudah ragu, mending jangan. Karena kata Oprah, doubt is don’t. Berlaku juga saat menentukan mau bilang iya apa enggak untuk pinangan si dia ya. Ingat!! Doubt is don’t yaaaa. Hihihi. Pernah merasa takut nggak pas jalan-jalan di India? Pernah. Pas saya ke bandara Amritsar di pagi buta naik auto karena nggak ada taksi yang mau mengangkut saya sama sekali dikarenakan kabut yang sangat pekat dan kemudian Abang auto meninggalkan saya di sebuah jalan yang katanya menuju pintu bandara tapi saya nggak bisa lihat apa-apa selain bias lampu yang jatuh ke kabut yang tebal, itu saya agak merasa takut. Pas saya di Gulmarg sendirian dan diikuti belasan Abang Tukang Kuda di belakang sampai masuk-masuk ke hutan, itu saya takut. Baca disini Solo Trip ke Kashmir, Aman Tapi Bikin Kantong Jebol Pas saya mau naik gondola sendirian di tanah antah berantah, itu saya takut. Banyak juga kan saya takutnya. Tapi ya kembali ke pernyataan awal lagi. Saya percaya selalu ada orang baik dan orang jahat dalam sebuah komunitas masyarakat. Jadi ya percaya saja sama karma baik diri sendiri dan stay positive. Percaya juga Tuhan akan lindungi. Di saat yang sama, tetap alert. Waspada sama sekitar. Agak abstrak ya, tapi ya abis bagaimana, percaya nggak percaya ya memang begitu adanya. Hehehe. Lagipula, kalau mengedepankan rasa takut, kita nggak akan ke mana-mana lho. Cailah Bulan kayak orang bener saja ngomongnya begitu. Kayaknya sekarang sebegini dulu deh kumpulan pertanyaan dan jawaban tentang jalan-jalan ke India ya. Kalau masih ada yang mau ditanyakan, silakan lho di kolom komentar, nanti saya jawab langsung dan mungkin kalau banyak pertanyaan yang belum terwakilkan dalam post ini, akan saya buat post lanjutannya. Sedaaap!!Semoga membantu meyakinkan diri Teman-teman yang mau ke India ya. Khususnya Teman-teman sesama perempuan. India itu indah, misterius, dan bikin salty, in a mysterious way. Kalau memang suka dengan budaya, warna, keanehan HQQ, dan ingin bersyukur untuk hidup yang selama ini dimiliki, datanglah ke India. ah, dari tadi sudah sudah terus tapi nggak berhenti-henti. Sekarang saatnya kuberhenti! Wabillahitaufik wal hidayah. Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. semoga benar tulisannya.Senyum dulu ah.. 🙂
pengalaman jalan jalan ke india